Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts
Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts

Thursday, June 9, 2016

Book Review: The Architecture of Love by Ika Natassa


Judul: THE ARCHITECTURE OF LOVE
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 14 Juni 2016
Format: Signed Paperback
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-03-2926-0
Harga: Rp 84.000
Rating: 5/5 stars
-----------------------------------------------------------

"Wah, lama nggak pernah ada review, eh, langsung ngasih lima bintang aja." Mungkin itu yang terbersit pada benak Anda yang pernah singgah beberapa kali di blog saya ini. Mungkin ada juga yang merasa "Ah, ini pasti ikut-ikutan gara-gara bukunya emang lagi ramai dibicarakan." Well, kalau Anda termasuk dua jenis itu, silahkan tidak melanjutkan membaca review ini. Sebab, beberapa orang mungkin akan menganggap saya berlebihan. Tapi, perlu Anda tahu, isi blog ini murni dari pemikiran dan perasaan saya. Tidak perlu lah ikut-ikutan apa kata orang.

Saya masih ingat betul malam itu sepulang kerja, saya leyeh-leyeh tidur di pangkuan Ama (sebutan saya untuk ibu saya) sambil scrolling timeline Twitter. Tiba-tiba, ada salah satu rekan blogger buku saya yang me-retweet salah satu tweet Ika Natassa dan saya somehow penasaran dengan sosok penulis yang sering saya dengar namanya, tapi belum pernah sekalipun karyanya saya baca. Iya, saya ini picky reader. Buku yang berbau misteri, ending yang menggantung, kekerasan, lari-larian, kebanyakan mendapat respon baik dari saya. Oleh karena itu, saya tidak terlalu suka buku karya penulis Indonesia. Hanya sedikit yang saya baca. Kembali ke akun Twitter Ika, di bagian atas sendiri saya langsung disuguhi ini:



Iseng, saya membacanya. "Wah, lucu ini. Alurnya ditentukan pembaca," pikir saya waktu itu. Sayang sekali saya baru tahu dan tidak bisa ikut berpartisipasi. Tapi, kebanyakan pilihan saya sesuai sih sama hasil poling. Tweet by tweet saya baca habis saat itu juga. Kesannya? Luar biasa bikin penasaran. Ada perasaan I WANT MORE but I had to wait for the book. Entah apa yang membuat saya kepincut. Faktor utama sih sepertinya gaya bahasa ya. Sudah lama saya rindu bacaan dengan gaya bahasa seperti Ika. Buku yang banyak saya baca itu terjemahan. Tahu sendiri lah bagaimana hasilnya. Sekalinya ingin baca bacaan ringan, eh, bahasanya terlalu "gaul" seperti yang pernah dikomplain beberapa penerjemah di salah satu grup di Facebook. Gaya bahasa Ika ini pas lah. Tidak terlalu kaku, kalimatnya pas (maklum, profesi sebagai editor bikin saya bawel), dan banyak kalimat berbahasa Inggris yang quotable banget (isn't it what you're looking for, dear Z generation?). Jelas saja hal itu membuat saya memutuskan untuk ikut pre-order yang dilaksanakan 1 Juni lalu.

Saturday, July 26, 2014

Book Review: The Firm (Biro Hukum) by John Grisham

Judul Buku: The Firm (Biro Hukum)
Penulis: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 712 Halaman
Tahun Terbit: 1993
Harga: Rp 78.000 (Cover Baru)
Rating: ★★★

Biro Hukum (The Firm)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ia termasuk lima besar di kelasnya--di Harvard Law School. Tawaran pekerjaan mengalir dari biro-biro hukum terbaik di Amerika. Tapi pilihannya justru membawa bencana."
Mitch McDeere adalah salah satu fresh graduate terbaik dari Harvard. Dia juga memiliki seorang istri, Abby, yang cukup pintar. Tapi sayangnya, mereka hanya bisa tinggal di sebuah apartemen kecil murah ala pasangan muda yang baru lulus kuliah. Orang tua Abby pun sering memberi tatapan penuh kekecewaan pada Mitch. Maka dari itu saat tawaran menggiurkan dari Bendini, Lambert & Locke, sebuah biro kecil di Memphis, datang, Mitch menerimanya tanpa pikir panjang.

Tidak hanya gaji yang sangat besar, sebelum mulai bekerja pun Mitch sudah disodori BMW mewah. Dia diperbolehkan memilih rumah impian yang bisa dicicil dengan bunga rendah. Dia bisa dengan mudah keluar-masuk restauran mewah dan menikmati kehidupan ala kaum elite. Intinya, biro ingin setiap karyawannya hidup harmonis, bahagia, dan produktif. Biro bahkan menyediakan pesawat pribadi dan kondominium di beberapa lokasi wisata jika karyawannya ingin berlibur. Maka dari itu, perceraian merupakan sebuah pelanggaran di biro. Siapa yang bisa menolak tawaran seperti itu?

[Source]

Sayangnya, sedikit demi sedikit keadaan keluarga kecil McDeere berubah sejak seorang FBI bernama Terrance menemuinya. Terrance berkata, "Jangan percaya siapapun," dan Mitch menjadi resah karenanya. Mengapa FBI mencarinya? Beberapa anggota biro Bendini, Lambert & Locke memang baru saja ada yang meninggal dunia karena kecelakaan, tapi dia baru saja bergabung dan dia sama sekali tak tahu apapun. Pihak biro bersikeras bahwa FBI memang suka iseng menyelidiki mereka. Tapi sebenarnya, Mitch lebih pintar dari biro, bahkan FBI.

Sunday, May 25, 2014

Petualangan Pinocchio



Judul: THE ADVENTURES OF PINOCCHIO
Penulis: Carlo Collodi
Alih Bahasa: Lulu Wijaya
Desain & Ilustrasi Sampul: Ratu Lakhsmita Indira
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 208 Halaman
Harga: Rp 40.000 (BukaBuku)
ISBN: 978-602-03-0466-3

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Mastro Cherry memberikan potongan kayu itu pada temannya, Geppetto, yang menerimanya untuk membuat boneka tali yang bisa menari, bermain anggar, dan berjungkir balik."
 Pasti kamu sudah nggak asing lagi kan dengan kisah boneka kayu bernama Pinokio? Nah, bersiaplah untuk mengikuti sisi lain dari boneka ini. Beberapa hal dalam kisah karangan Carlo Collodi ini akan sedikit mengejutkan. Apalagi bagi kamu yang hanya pernah mendengar kisah Pinokio versi Disney (including me, yes!). Carlo Collodi adalah pencipta karakter Pinokio. Tau nggak sih, ternyata Collodi ini nggak suka anak-anak lho! Apalagi anak laki-laki.

Maka dari itu, jangan kaget deh kalau kamu bakal menemukan karakter Pinokio yang digambarkan dengan sedikit lebih seram. Pinokio bukanlah anak laki-laki yang innocent dan kenakalannya bisa dimaklumi. Di sini, kenakalan Pinokio bener-bener diluar batas. Dia bahkan sampai menyebabkan Gepetto dipenjara. Dia juga membunuh si jangkrik lho! Serem kan? That's why aku kurang merekomendasikan buku ini untuk anak-anak. Meski cerita klasik, sepertinya Gramedia menerbitkan buku ini untuk penikmat cerita klasik yang sudah cukup umur :)

Sunday, November 3, 2013

Joshua Files #2: Ice Shock

Judul: Kejutan di Gunung Es
The Joshua Files #2: Ice Shock © M.G. Harris
Alih Bahasa: Nina Andiana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Desember 2010
Tebal: 368 Halaman; ISBN: 978-979-22-6494-4

Joshua berhasil membawa Codex Ix ke Ek Naab [baca review Joshua Files #1], tapi tujuan awalnya untuk memastikan kematian ayahnya belum terselesaikan. Dalam buku inilah, Kejutan di Gunung Es, Joshua kembali berpetualang di luar kota Oxford mencari kebenaran atas kematian sang ayah.

Pencarian ini berawal saat Joshua dan ibunya bertemu seorang teman lama, Rodrigo, yang mengatakan bahwa tanggal 16 Juni dia bertemu dengan Andreas. Bagaimana bisa? Bukankah itu tanggal kematian ayahnya? Kondisi ibu Josh kembali lemah mendengar pernyataan itu. Saat ibunya terbaring tak berdaya, Josh mengajak Tyler ke pesta halloween di rumah keluarga Thompson. Rumah yang dikabarkan pernah didatangi ayahnya bersama dengan orang-orang berdasi. Josh ingin tahu apa yang ayahnya cari disana, tapi di rumah itulah dia bertemu lagi dengan sedan biru, Simon Madison. Josh dan Tyler berhasil kabur dari pria jahat itu dengan membawa amplop berisi salinan buku harian sang arkeolog dan beberapa lembar isi Codex Ix. Namun saat pada suatu malam dia sedang bersama Ollie, amplop itu menghilang dari kamarnya.

Siapakah yang bisa Josh percaya? Salah satu dari temannya pasti seorang mata-mata. Atau mungkin keduanya? Kasihan Josh. Diumur yang sangat muda, dia sering berada di posisi hampir mati dan tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Sebelum perayaan natal, ibunya mengajak Josh mendekatkan diri kepada Tuhan. Tapi Josh bersikeras ibunya lebih membutuhkan hal itu, dan Josh lebih suka bersenang-senang dengan temannya. Maka saat ibunya menjalani misa, Josh kembali ke Ek Naab.

"Saat kau telah mengeliminasi hal-hal yang tidak mungkin, apa pun yang tersisa, betapa pun tidak mungkinnya, adalah kebenaran." [Hal. 147] 

Saturday, October 26, 2013

Interworld: When Science Meets Magic

Judul: INTERWORLD
Penulis: Neil Gaiman & Michael Reaves
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010; Tebal: 280 Halaman
Harga: Rp 40.000 (BukaBuku)


Joe Harker bertemu dengan berbagai versi dirinya dari beragam semesta dan ruang waktu. Dia adalah seorang pelintas. Pelintas baru yang potensi besarnya diketahui musuh dan menjadi incaran mereka. Keinginan Joe bergabung dengan Interworld pada awalnya merupakan rasa bersalah atas kematian Jay. Andai saja dia tidak ceroboh, tidak mencoba untuk membebaskan Mudluff itu, dia pasti masih di rumah dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Tapi nasi telah menjadi bubur. Joe, bersama kelima temannya, harus menjalani tes lapangan. Mereka tidak menyangka tes yang diberikan begitu mudah. Mereka juga tidak mengira bahwa mereka telah jatuh ke dalam jebakan Lady Indigo.

Satu hal yang aku tahu pasti tentang karya-karya Neil Gaiman adalah: imajinasinya luar biasa! Dengan beragam buku fantasi yang telah kubaca, tidak pernah kutemukan cerita yang menyuguhkan banyak kegilaan seperti ini. Pada awal mula Joe mengetahui bahwa dirinya tidak lagi di Corinth, semuanya berubah kacau. Dia pulang ke rumah dan malah mendapati bahwa ibunya tidak lagi mengenalnya. Bahkan di rumah itu ada anak lain yang berwajah sama dengan Joe, tapi dia perempuan! Joe hanya bisa berlari menjauh. Saat itulah dia bertemu Jay.

Source
Joe adalah bocah yang bodoh, jelas bodoh mengingat cara Jay mendeskripsikan dunia apa yang mereka datangi. Joe masih sekolah, aku mulai menganggap dia extremely jenius saat dengan mudahnya dia menelan semua informasi berbau ilmiah itu. Aku dibuat bingung di awal-awal kisah ini. Begitu bingung sehingga sangat sering aku letakkan buku ini dan membaca yang lain. Rasanya seperti dipaksa makan ilmu-ilmu fisika yang bahkan tak kuketahui apa manfaatnya. Karena petualangan Joe dan kawan-kawannya sangat seru, aku mengesampingkan kesulitan itu. Semakin ke belakang, semakin mudah pula aku mencerna hal-hal ilmiah baru yang diberikan. You just have to get used to it.

Daya imajinasi yang sangat tinggi tentu merupakan syarat mutlak sebelum membaca Interworld. Bayangkan saja, ada sekitar (mungkin) 101 Joe Harker di Base Town. Pak Tua pun sebenarnya Joe di usia yang berpuluh-puluh tahun lebih tua. Neil dan Michael tidak hanya membicarakan galaksi bima sakti di sini. Tidak lupa pula sebuah kelompok, HEX, yang berusaha untuk menguasai dunia. Bayangkan saja betapa rakusnya kaum HEX ini. Orang-orang jahat yang ingin menguasai bumi saja kewalahan, apalagi ini beribu-ribu galaksi! Makanya orang-orang HEX membutuhkan pelintas-pelintas handal, seperti Joe, untuk menggerakkan armada-armadanya.

Bagi kalian yang suka sci-fi, buku ini wajib dibaca. Lanjutan hasil karya Neil Gaiman dan Michael Reaves ini akan segera diterbitkan oleh GPU. Jika kalian merasa bosan dengan dystopia yang sedang menjamur saat ini, tidak ada salahnya mencari cerita baru. FYI, kisah Interworld ini sudah dibicarakan sejah tahun 1995 lho. Saat itu Neil dan Michael berpikir pasti sangat asyik mengangkat cerita semacam ini ke layar televisi. Sayangnya, beberapa gagasan tidak disetujui. Setelah dipoles sana-sini, mereka berdua memutuskan untuk menulisnya saja di tahun 2007.

Friday, September 20, 2013

Theodore Boone: Kid Lawyer

Judul: Theodore Boone: Pengacara Cilik
Penulis: John Grisham
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 272 Halaman
Rating: ★★★

Sinopsis:
Theo Boone, 13 tahun, tahu banyak tentang hukum, sebab kedua orangtuanya pengacara dan ia kenal baik dengan para hakim, polisi, serta petugas pengadilan. Ia ingin menjadi pengacara hebat, beraksi dari satu ruang sidang ke ruang sidang lain.

Dan sekarang Theo betul-betul berada di ruang sidang. Karena tahu begitu banyak--mungkin terlalu banyak--ia terseret ke dalam persidangan kasus pembunuhan sensasional. Seorang pembunuh berdarah dingin mungkin akan bebas, dan hanya Theo yang tahu fakta sebenarnya.

Review:
Theodore Bone berhasil membuatku iri. Bukan karena kekayaan maupun kepopulerannya, melainkan karena kemampuan dan keberaniannya. Theodore, atau yang biasa dipanggil Theo, menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor biro hukum Boone & Boone dan di pengadilan negeri. Setiap pulang sekolah, dia selalu mampir ke ruang kerja ayahnya yang sangat berantakan, kemudian ke ruang kerja ibunya yang super rapi sebelum akhirnya masuk ke ruang kerjanya sendiri. Tidak hanya mengerjakan PR, beberapa teman sekolahnya sering berkunjung untuk meminta nasihat hukum kepadanya. Theo tidak pernah mengharap imbalan apapun dari teman, maupun gurunya, yang meminta bantuan kepadanya. He just loves to do that! Theo sangat ingin menjadi pengacara, tapi orang tuanya menyuruhnya untuk fokus sekolah dulu dan menikmati masa kecilnya.

Kota Strattenburg digemparkan oleh sebuah kasus pembunuhan. Theo bersama teman-teman sekelasnya, yang saat itu sedang studi lapangan di pengadilan negeri, berusaha menerka apakah Mr. Duffy bersalah atas pembunuhan istrinya. Dengan Clifford Nance sebagai pengacara dan Omar Cheepe berada di pihak Pete Duffy, sangatlah sulit untuk membuktikan Mr. Duffy bersalah. Sampai pada suatu hari, seorang teman yang tidak terlalu dekat muncul di hadapan Theo dan membuatnya harus bersikap layaknya seorang profesional. Sekarang Theo tahu bahwa ada saksi kunci, bukti yang memberatkan Mr. Duffy sekarang ada di mejanya, dan saksi itu akan celaka jika Theo mengungkap identitasnya. Apakah langkah yang diambil Theo selanjutnya?

Theodore Boone: The Kid Lawyer adalah karya John Grisham pertama yang aku baca. Aku yakin buku ini ditujukan untuk anak-anak hingga remaja yang menyukai cerita detektif. Tidak ada deskripsi pembunuhan yang terlalu sadis. Cerita terfokus pada Theo dan bagaimana sikap seorang anak dalam menghadapi masalah besar, bukan pada kasusnya. Keluarga Theo juga bisa dibilang panutan. Meskipun Mr. dan Mrs. Boone sibuk, tapi mereka tetap memperhatikan anaknya. Mereka bukan keluarga kaya tapi secara rutin mengikuti bakti sosial. Theo juga rutin mengajari anak-anak imigran menyelesaikan PR mereka. Itulah pesan-pesan sosial yang ada dalam buku ini. We can't stand alone. We need each other.

Tentang Penulis:
John Grisham lahir pada tanggal 8 Februari 1955. Dia adalah orang Amerika yang bekerja sebagai pengacara, tokoh politik, dan penulis buku thriller. Setelah lulus dari Mississippi State University, John melanjutkan pendidikannya di University of Mississippi School of Law pada tahun 1981. Novel pertamanya adalah A Time to Kill (1984) yang diterbitkan pada bulan Juni 1989. Pada tahun 2008, bukunya telah terjual sebanyak 250 juta kopi di seluruh dunia. John Grisham adalah salah satu dari tiga penulis yang cetakan pertamanya terjual sebanyak 2 juta kopi selain Tom Clancy dan J.K. Rowling.

The Firm adalah buku terlarisnya. Novel ini terbit pada tahun 1991 dan terjual lebih dari 7 juta kopi. The Firm kemudian diangkat ke layar lebar pada 1993, dan serial TV di tahun 2012. Novel lainnya yang diangkat ke layar lebar adalah: The Chamber, The Client, A Painted House, The Pelican Brief, Skipping Christmast, The Rainmaker,The Runaway Jury, dan A Time to Kill. Karya-karya John Grisham telah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dan diterbitkan di seluruh dunia.

Friday, August 23, 2013

Bocah Pencari Kota Yang Hilang

Judul: The Joshua Files #1: Invisible City/Kota Yang Hilang
Penulis: M.G. Harris
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Jumlah Halaman: 384
Harga: Rp 48.000


Joshua tinggal di Oxford, London dan masih berumur 13 tahun. Dia sudah dua tahun ini berlatih capoeira. Dia mulai menulis blog ketika dia merasa kematian ayahnya tidaklah wajar. Entah karena dia memang terlalu pintar untuk dikelabui oleh polisi atau keinginannya menolak kematian ayahnya terlalu kuat, dia mulai menyelidiki kematian sang ayah. Ibunya, yang seorang dosen sejarah Inggris, sudah cukup tertekan mendapat berita kematian suaminya dan harus menjalani perawatan psikis saat D.I. Barrat mengatakan bahwa sebelum meninggal, Profesor Andres Gracia terlihat mendatangi seorang wanita yang sudah cukup lama dia temui. Keingintahuan Joshua semakin besar. Meskipun masih anak-anak, dia dapat mengetahui bahwa kasih sayang ayah dan ibunya sangatlah tulus.

Seseorang di luar sana memperhatikan tulisannya. TopShopPrincess, begitulah identitas yang digunakan. Orang ini mendukung teori-teori Joshua tentang kematian ayahnya dan dia juga percaya adanya UFO. Namun, suatu hari TopShopPrincess menyinggung hatinya. Joshua menghapus blognya dan membuat blog dengan password sebagai tempat menulis laporan penyelidikan yang sedang dia lakukan. Dia tak menyangka pada suatu hari ada seseorang yang membobol rumahnya dan berhasil mencuri semua laptop dan sebuah buku yang sangat penting bagi ibunya! Pembobol itu juga yang membeli buku yang ingin dibelinya di toko buku bekas. Sebenarnya apa yang sedang dia incar? Pembobolan juga hampir terjadi di kantor ayahnya di universitas. Saat membersihkan barang-barang ayahnya di sana, Joshua menemukan potongan Surat Calakmul yang ternyata sedang diincar-incar oleh berbagai pihak. Ada sebuah catatan dari ayahnya agar segera memusnahkan potongan itu, tapi Joshua malah membawanya dan mempelajarinya. Bersama TopShopPrincess yang ternyata seorang gadis cantik, dan teman berlatih capoeiranya, Joshua melakukan petualangan mencari kota yang hilang, kota milik Suku Maya, kota yang selama ini dicari-cari oleh ayahnya.

Monday, July 29, 2013

The Story Girl

Judul: The Story Girl

Penulis: L.M. Montgomery
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010
Tebal: 368 halaman
Harga: Rp 40.000
Rating: ★★★★


Sinopsis:

"Aku suka jalanan, karena jalanan selalu membuatku bertanya-tanya apa yang ada di ujungnya," demikian si Gadis Pendongeng pernah berkata, lama berselang.

Musim semi itu, Beverly King juga tak tahu apa yang menanti di ujung jalan yang akan membawanya ke pertanian keluarga King di Pulau Prince Edward. Bev sudah sering mendengar ayahnya bercerita tentang rumah tempat dia dibesarkan; tentang pohon willow besar di gerbang, tentang kebun buah King yang terkenal, atau tentang para paman dan bibi.

Tapi merasakan sendiri semua keajaiban di tanah keluarga King ternyata jauh lebih menakjubkan. Apalagi hari-hari itu akan ia habiskan bersama sepupu dan teman-teman. Bev mencatat semua kejadian luar biasa sepanjang tahun itu, juga salah satu hal terpenting... bertemu si Gadis Pendongeng dan mendengar kisah-kisah yang diceritakannya dengan suara emasnya yang misterius. Kisah-kisah yang didongengkan dengan begitu indah sehingga membuat para pendengarnya terisap ke dalam jalinan kata, dan serasa bertemu muka dengan para pahlawan, putri, dewa, bahkan sang Kematian sendiri!

Review:


Pulau Prince Edward adalah salah satu pulau di Canada yang lebih dikenal dengan sebutan PEI. Pulau ini dijadikan sebagai setting cerita The Story Girl (Gadis Pendongeng) oleh L.M. Montgomery yang seorang penulis asal Canada. Setelah melihat foto suasana PEI masa sekarang, aku jadi lebih mudah menggambarkan detail kebun keluarga Kind dalam pikiranku. Pada awal cerita, Beverly King dan adik laki-lakinya, Felix, menceritakan semua hal yang mereka lihat di kampung halaman sang ayah. Mereka berdua merasa sangat familiar dengan keadaan disana karena sang ayah sudah bercerita sangat banyak dan hampir tidak ada yang berubah. Saat Bev mendeskripsikan semuanya, aku bisa membayangkannya dengan baik. Kalimat-kalimat yang ditulis tidaklah rumit dan aku sangat bersyukur karenanya!


Monday, July 22, 2013

Heretic

Judul: Heretic

Pengarang: Sarang Singleton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2007
Jumlah Halaman: 328
Harga: Rp 35.000
Rating: ★★★


Heretic adalah orang yang memiliki opini berbeda dengan pihak berwajib atau penguasa ortodoks; memiliki kepercayaan agamis yang bertentangan dengan Gereja yang berkuasa--dari kata Yunani hairesis, yang berarti "memilih mengingkari kebenaran".

Elizabeth menemukan seorang gadis seusianya di hutan. Tingkahnya aneh dan tubuhnya berwarna hijau. Dia sama sekali tidak takut. Meski tidak banyak bicara, gadis itu memberitahukan namanya, Isabella Leland. Setelah membersihkan tempat pertapaan, dia berjanji untuk kembali menemui Isabella keesokan harinya.

Namun rencana tidak berjalan sesuai keinginan. Elizabeth harus pergi ke bukit spirit untuk menemani Lady Catherine. Entah kenapa Sang Lady ini sangat menyukai Elizabeth dan menghiraukan perkataan warga setempat tentang keluarga Elizabeth. Kerjaan Iggris tidak lagi memeluk Katolik. Semua gereja katolik dirubuhkan dan beberapa penganut bertahan, termasuk keluarga Elizabeth. Kedatangan kakaknya, Robert, bersama seorang Pastor tadi malam membuatnya tidak fokus. Dia takut keluarganya dalam bahaya. Pastor itu adalah orang yang paling dicari!

Kedatangan Marvile, seorang utusan istana, merunyamkan segalanya. Pria tampan dan kejam ini datang untuk mencari sang pastor dan keluarga Elizabeth dicurigai. Elizabeth merasa tertekan karena tidak bisa melakukan apapun. Untunglah, kedatangan Isabella di Bukit Spirit mengurangi bebannya. Isabella membantunya menyelamatkan sang pastor dan tentu saja keluarga Elizabeth. Dalam misi penyelamatan ini, Elizabeth berkunjung ke negeri bayangan dan bertemu Sang Ratu. Isabella pun harus merelakan adiknya.

Akankah penyelamatan mereka berhasil?

Sunday, July 14, 2013

Crooked House

Judul: Crooked House
Pengarang: Agatha Christie
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2002
Jumlah Halaman: 288
Rating: ★★★★


Charles tidak menyangka bahwa rencananya untuk menikahi Sophia sepulang dari perang harus ditunda karena peristiwa yang tidak menyenangkan. Hanya sedikit yang dia ketahui tentang wanita itu, dia pintar dan tinggal di rumah bobrok. Ketika berada di rumahnya di London, alangkah terkejutnya dia sewaktu membaca berita:

"Tanggal 19 September, Three Gables, Swinly Dean, telah meninggal dunia, Aristide Leonides, suami tercinta dari Brenda Leonides, dalam usia delapan puluh delapan tahun."

Aristide Leonides adalah seorang pengusaha tua yang kaya raya dan bertangan licin. Dia tinggal satu atap dengan seorang istri, dua anak laki-laki, dua anak ipar, tiga cucu, dan satu adik ipar. Kebutuhan mereka semuanya dipenuhi tanpa masalah. Aristide jauh dari kata kikir! Tidak ada alasan bagi siapapun di rumah bobrok itu untuk membunuhnya. Bahkan para pelayan pun akan lebih untung jika Aristide hidup seribu tahun lagi.

Dua sisi sari sebuah pertanyaan -- dua pandangan yang berbeda -- manakah sisi yang benar...

Tampaknya semua keluarga Leonides mencurigai Brenda, istri kedua Aristide. Pernikahan mereka tidak disetujui oleh anak-anaknya, tapi toh tidak ada yang protes. Brenda terus menyangkal bahwa dia pelakunya, dia pun menyangkal adanya hubungan gelap dengan sang guru. Kejadian yang tidak enak ini dilanjutkan oleh hilangnya surat wasiat. Padahal semua orang di rumah ada di saat ayah mereka menyampaikan isi surat wasiat dan menandatanganinya.

Apakah Brenda benar-benar membunuh pria yang menyelamatkan hidupnya dari kesengsaraan? Apakah dia serakus itu sehingga mencuri surat wasiat?