Sunday, May 25, 2014

Petualangan Pinocchio



Judul: THE ADVENTURES OF PINOCCHIO
Penulis: Carlo Collodi
Alih Bahasa: Lulu Wijaya
Desain & Ilustrasi Sampul: Ratu Lakhsmita Indira
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 208 Halaman
Harga: Rp 40.000 (BukaBuku)
ISBN: 978-602-03-0466-3

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Mastro Cherry memberikan potongan kayu itu pada temannya, Geppetto, yang menerimanya untuk membuat boneka tali yang bisa menari, bermain anggar, dan berjungkir balik."
 Pasti kamu sudah nggak asing lagi kan dengan kisah boneka kayu bernama Pinokio? Nah, bersiaplah untuk mengikuti sisi lain dari boneka ini. Beberapa hal dalam kisah karangan Carlo Collodi ini akan sedikit mengejutkan. Apalagi bagi kamu yang hanya pernah mendengar kisah Pinokio versi Disney (including me, yes!). Carlo Collodi adalah pencipta karakter Pinokio. Tau nggak sih, ternyata Collodi ini nggak suka anak-anak lho! Apalagi anak laki-laki.

Maka dari itu, jangan kaget deh kalau kamu bakal menemukan karakter Pinokio yang digambarkan dengan sedikit lebih seram. Pinokio bukanlah anak laki-laki yang innocent dan kenakalannya bisa dimaklumi. Di sini, kenakalan Pinokio bener-bener diluar batas. Dia bahkan sampai menyebabkan Gepetto dipenjara. Dia juga membunuh si jangkrik lho! Serem kan? That's why aku kurang merekomendasikan buku ini untuk anak-anak. Meski cerita klasik, sepertinya Gramedia menerbitkan buku ini untuk penikmat cerita klasik yang sudah cukup umur :)

Source
Plot ceritanya tidak jauh berbeda dengan versi Disney. Pinokio selalu saja mendapatkan halangan saat ingin berbuat kebaikan, salah satunya adalah pergi ke sekolah. Awalnya dia hampir dibakar oleh pemilik sirkus. Kemudian dia ditipu oleh Kucing dan Rubah. Dia juga sempat pergi ke Negeri Mainan dan berakhir dengan menjadi keledai. Petualangan Pinokio seakan tidak ada habisnya. Saat pembaca merasa Pinokio pasti sudah aman, ternyata masih ada halangan lain yang menanti. Eits, kamu nggak perlu khawatir bakal merasa bosan kok! Malahan kamu akan merasa seperti sedang didongengin oleh Carlo Collodi sendiri. Bahasa yang digunakan sangatlah ringan. Sayang, aku merasa ada beberapa kata yang kurang pas.

"Karena tidak mengindahkan nasihat Jangkrik Berbicara, Pinocchio jatuh ke tangan para pembunuh."
Yap. Pembunuh. As I stated before, buku ini terasa lebih seram. Adegan saat Pinokio sedang disiksa di bawah sebuah pohon oak sangat tidak cocok untuk didengar oleh anak-anak. Karena itulah Disney merubah penokohan yang dibuat oleh Collodi. Cara Geppetto mendapatkan Pinokio pun berbeda. Keberadaan ibu peri juga beda dengan versi filmnya. Perbedaan yang bagiku cukup mencolok ini memang tidak hanya ada pada Pinokio kok. Cinderella dan film klasik Disney lainnya juga sebenarnya beda jauh. I thank to Gramedia karena telah menghadirkan buku ini agar pembaca tidak terus-terusan stuck pada apa yang diproduksi Disney. Terkadang versi asli itu more valuable loh!

I wanted to give this book five stars. Tapi aku menemukan beberapa kejanggalan. Pada bagian awal buku telah digambarkan saat-saat hidung Pinokio memanjang. Apa alasannya? Tidak ada penjelasan sama sekali! Saat Pinokio bertemu dengan ibu peri, barulah dijelaskan mengapa hidungnya bisa memanjang. Well, bisa dibilang ceritanya kurang runtut. Setelah dibunuh di awal cerita pun, Jangkrik Berbicara tiba-tiba muncul lagi. Phew! But overall, aku suka kok dengan cerita original Pinokio. Bisa bikin pembaca ketagihan baca original story dari dongeng lainnya.

Collodi dan tokoh buatannya [source]

8 komentar:

  1. Nostalgia dongeng klasik yang filmnya dulu seneng banget ditonton. Tapi dari review di atas yang menyebutkan lebih seram, kayaknya nggak mungkin dong buku ini dibaca sama anak-anak. Sayang banget ya.

    ReplyDelete
  2. Hm, sounds interesting. Bisa baca sisi lain dari pinokio.. i will add it to my booklist!

    ReplyDelete
  3. aku nggak pernah tertarik untuk membaca novel klasik, tapi berkat review di atas aku jadi penasaran dengan sisi lain dari cerita pinokio..^^
    terima kasih reviewnya..:)

    ReplyDelete
  4. Nah ini nih bisa jadi bahan rekomendasi buku yang harus dibaca.

    Saya lagi suka cerita dongeng yang beda dari versi yang saya dengar waktu masih kecil. Salah satu contohnya buku The Book of Lost Thing punya John Connoly dimana dia menggambarkan tokoh gadis bertudung merah sebagai gadis jahat yang akhirnya membuat kaum manusia serigala muncul. Sama halnya dengan si pinokio ini yang lewat review dituliskan kalau kenakalannya di luar batas. Jadi pingin tahu seperti apa keseluruhan cerita orisinil si boneka kayu ini :))

    Terima kasih review nya :))

    ReplyDelete
  5. Aku mulai tertarik lagi dengan buku-buku klasik macam serial dari Oma Enid Blyton, Roald Dahl, sama Kate DiCamillo (eh bukunya Kate sih belum terlalu klasik ya, menurutku), banyak diantara buku klasik dengan setting anak-anak, ternyata kurang cocok untuk dibaca anak-anak, yaaa... semacam nostalgia bagi mereka yang udah dewasa untuk mengenang masa kanan-kanak, lebih tepatnya :D

    ReplyDelete
  6. Sisi lain dari pinokio? Kaya gimana tuh.. penasaran sama ceritanya, tp sayang kurang cocok untuk anak2

    ReplyDelete
  7. ya keles ni review bikin penasaran XD saya mau , tp harus hemat uang nih :( genrenya thriller kah? tp bukannya memang sudah ada cerita bahwa kisah pinocchio emg ga sebaik yg di film kan? pinocchio emg nakal dan bandel bgt, makanya uda dari kecil setelah nntn film2 yg ada unsur boneka seremnya, saya gasuka lg ama boneka terutama yg berbentuk manusia =_= banyak kan versi jahat dr karun2 lugu yg biasa anak kecil nntn? dari situlah saya tau bahwa dunia fantasi tdk selalu seindah yg dibayangkan :} tamat. hahaha

    ReplyDelete
  8. Sebenernya aku kepengen baca buku ini,tapi habis baca kalo dibuku ini ada kisah2 seram yg agak kejam,cukup tahu aja deeh.Aku agak males sama kisah begitu,soalnya apa yg aku baca bakal aktifkan imajinasiku :(
    well,review ini bagiku udah bagus,bahasanya ringan&nggak kebanyakan muter2,aku suka.tapi aku ngerasa kayaknya review ini kurang padat,kak.Kayaknya isi review ini ringan gitu.Tapi aku seneng bgt dikasih tahu dulu kalo buku ini agak serem yg menuju ke arah sadis.pertama sih tertarik sama cover bukunya yg keliatan manis dimataku.Kak,sedikit curcol aku sering ditegur mama kalo ada kiriman buku lagi soalnya buku dirumah udah banyak.Ada tips buat nyimpen buku yg udah numpuk gak?biar nambah juga gak masalah.kayaknya buku kakak juga banyak,kalo ada bilang2 ya,hehe :)

    ReplyDelete