Sunday, March 22, 2015

Book Review: Petak Umpet Minako by @manhalfgod

Judul: Petak Umpet Minako
Penulis: @manhalfgod
Penerbit: Rak Buku
Tanggal terbit: 16 Februari 2015
ISBN: 978-602-711-405-0
Harga: Rp 52.000 (BukaBuku)
Rating: 4/5

------------------------------------------------------------------------
Jujur saja, aku adalah orang yang penakut. Waktu jadi host blog tour buku bergenre horor, aku kesulitan untuk menyelesaikan semua bukunya. But I did anyway. Dari sepuluh buku yang diberikan penerbit, semua jenis ceritanya sama, yaitu seorang tokoh menceritakan pengalaman mistisnya. Yap, jenis cerita mistis seperti yang biasa kamu dengar saat berkumpul dengan teman-teman itu lho. Membaca alur yang serupa jelas bikin aku bosan. Bayangin aja, SEPULUH BUKU!! Nah, saat penulis DetEksi merekomendasikan buku ini untuk dibahas dalam rubrik BookClub, aku langsung tertarik setelah membaca sinopsisnya. Aku juga menemukan dua bab awal buku di akun wattpad sang penulis. Kalau kamu Kaskus-er, kamu juga bisa baca di sini.

Cerita diawali oleh kisah Baron. Dia adalah seorang karyawan kantoran yang biasa-biasa saja. Dia berusaha untuk merangkak naik ke tangga kesuksesan meskipun pekerjaan itu bukan passionnya. Demi bisa meminang sang pacar, Gabby, dia rela menjalani hidup seperti itu. Apalagi, Gabby datang dari keluarga orang penting. Nah, malam itu, Gabby memaksa Baron agar menyempatkan diri datang ke restauran tempat reuni SMA-nya diadakan. Saat Baron dalam perjalanan menyusul, ternyata Gabby dan teman-teman lain pergi ke lokasi SMA-nya untuk bernostalgia. Baron makin khawatir saat Gabby mengiriminya SMS:
''Sudah sampaidimana,Ron? Kami sudah di sekolah. Sekarang Vindha sedang memulai 'upacara'-nya. Perasaanku tidak enak, cepatlah datang!''
Sesampainya di sekolah, tempat itu sangat sepi. Baron mencari teman-temannya. Tapi, saat dia bertemu Edward, cowok itu malah menyerang Baron! Edward seolah-olah nggak mengenal Baron sama sekali. Tiba-tiba, Adam datang menyelamatkannya. Saat Adam berusaha melompati pagar sekolah untuk mencari bantuan, jiwanya terenggut. Setelah melihat kejadian menyeramkan itu, Baron nggak sadarkan diri. Saat dia terbangun, dia sudah menjadi bagian dari permainan yang diusulkan Vindha, yaitu Hitori Kakurenbo.

Hitori Kakurenbo adalah permainan petak umpet ala Jepang. Yang bikin permainan itu beda adalah kehadiran makhluk mistis yang diundang sebagai penjaga. Di buku ini, makhluk itu bernama Minako. Arwah yang masuk ke dalam boneka akan mengejar semua pemain satu persatu dan pemain yang tertangkap akan menjadi kaki tangannya. Nggak cuma itu, tiap menangkap satu pemain, kekuatan Minako semakin besar. Sepertinya sih hitori kakurenbo unstoppable banget. Tapi, Baron dan Kaisar berusaha mencari Vindha untuk mengetahui cara menghentikan permainan.

Perkiraan lokasi. Concepted by me. Designed by DetEksi's graphic designer team.

Usaha itu nggak mudah lho. Cerita ini bersetting di sebuah komplek sekolah yang cukup luas. Ada gedung TK sampai SMA, gereja, aula, uks, dan studio musik. Para penjaga pun nggak mudah untuk dibunuh. Menyimak kisah Baron dan Kaisar menyisir kelas-kelas kosong dan gelap bener-bener menegangkan. Kadang mereka bertemu teman yang 'salah', tapi mereka juga sempat bertemu teman yang selamat tapi nggak mempedulikan yang lain. Yap, buku ini menyuguhkan lebih dari sekedar permainan seru-seruan. Buku ini juga menunjukkan sisi lain tiap manusia. Seperti Popo yang mengurung dirinya di kantin. Si gendut itu dikenal sebagai sosok yang lemah dan penurut. Tapi, saat dia merasa tersudut, dia rela menyakiti Baron.

Buku ini pun kental dengan persahabatan. Salah satunya adalah hubungan antara Baron dan Kaisar. Mereka berdua nggak dekat, sama sekali nggak dekat. Tapi, Kaisar lah yang menyelamatkan Baron setelah dia melihat Adam mati. Selama perjalanan mencari Vindha, mereka selalu berselisih paham. Kaisar punya watak yang keras dan rasional. Sedangkan Baron seakan belum menerima kalau permainan ini adalah masalah hidup dan mati. Dengan kondisi yang seperti itu, Kaisar selalu bisa mengejutkanku. Perlakuannya terhadap Baron... Pemikirannya untuk bertahan... Alasan dia berkorban... Duh, pokoknya bikin hati melting deh.

Untuk penulisan, I have to give a thumb up for the author. Buku seperti ini jelas banyak deskripsi tentang suasana sekitar. Tapi, penulis bisa membawakannya dengan enak sehingga aku nggak bosan membacanya. Malah, aksinya dapet banget lho! I couldn't put this book down sampai halaman terakhir.

12 komentar:

  1. Weee...
    Musti baca yang ini nih....
    Seru kayaknya.

    ReplyDelete
  2. Rak Buku kalau nggak nerbitin bukunya @infowatir, banyaknya horor. Dan so far, nggak pernah mengecewakan sih, menurutku! Baca review dan lihat cover buku ini langsung teringat Jepang, apalagi nama dan pemain penjaganya 'Jepang banget'. Jadi ingat dengan permainan Ouija Board yang (katanya) juga sama-sama menyeramkan.

    Meski belum dapat feel-nya, maksudku ini cerita fiksi kan? Aku sudah cukup membayangkan akan seperti apa permainan ini. Cuma, dibahas nggak sih Kak soal asal-usul permainan ini dan apa, siapa, kenapa, dan darimana semuanya berasal? Well, mungkin bisa jadi tambahan wishlist ke depan untuk buku horor :)

    ReplyDelete
  3. Kayaknya pernah ada film Jepang dengan cerita serupa, tapi lupa judul :))
    Pas lihat covernya aku udah tertarik. Aku tipe yang suka juga sih bacaan horor. Setuju sama Syifa, entah kenapa di review ini aku belum dapet feel horornya nih. Mungkin emang harus baca sendiri kali ya :D

    ReplyDelete
  4. sereem banget sinopsisnya. Aku agak jiper juga kalau baca buku horor tentang hantu, asia terutama. perasaan mereka lebih spooky daripada hantu di novel novel barat. Tapi aku udah pernah coba baca bukunya eve shi, dan merasa tertantang untuk membaca novel spooky lainnya. kayaknya ini bagus deh, masukin wishlist ah ^^

    ReplyDelete
  5. membaca review ini saya tidak menemukan rasa horornya. Tapi saya menyukai cara review-nya. Tidak spoiler dan membuat saya yang sebenarnya anti novel horor ingin membaca novel ini

    ReplyDelete
  6. Wih keren ya>< Aku suka review kakak. Ulasannya jelas dan tidak bertele-tele. Dan yah, sejalan dengan kerja kakak di DETEKSI, ya? Itu keren banget ada map tentang lokasinya. Jarang-jarang loh resensi se-detail ini :D

    ReplyDelete
  7. Kyaaa sama >,< aku juga termasuk orang yang penakut. Beberapa hari ini aku baca Interwine nya FLOCK, dan di bagian terakhir itu 'katanya' ceritanya nyeremin ._. aku penasaran dong sebenarnya gimana asal-usul gaun dalam cerita Interwine jadi pengen banget selesaiin baca itu, tapi di satu sisi aku juga takut, sampai sekarang baru beberapa halaman dalam cerita terakhir yang kubaca dan itu ngebuat merinding -,- *oke abaikan ini*

    Sebenarnya udah lama sering lihat cover buku ini nongol di twitter, tapi karena aku yang terbilang penakut, makanya nggak cari tahu lebih jauh tentang buku ini. Tapi emang sih kalau dari covernya aja udah terlihat 'Jepang-Jepang'nya. Dan setelah baca review ini aku ngerti kenapa judulnya 'Petak Umpet Minako'. Awalnya aku kira ada anak yang main petak umpet sambil bawa-bawa boneka yang di cover x) ternyata bukan toh~

    Dalam review ini horornya belum kerasa, tapi dituliskan bahwa Adam mati, eh berarti ada yang mati ya? err kok jadi penasaran akunya gimana dia bisa mati? terus si Minako itu gimana nantinya? Emm antara mau baca karena penasaran dan lumayan takut ._.

    ReplyDelete
  8. Cerita horor yang berkualitas. Begitulah yang kupikirkan setelah membaca review kakak ^^.
    Kakak berhasil menyuguhkan review yang menegangkan seperti novelnya dan membuat pembaca ingin membaca lagi dan lagi.... sempat kecewa lihat baris terakhir tapi sekaligus penasaran sama novelnya gara2 baca review ini ^^

    ReplyDelete
  9. bakal masuk wishlist ku nih.
    dari reviewnya , sepsrtinya horornya beda ^^

    ReplyDelete
  10. Kayaknya bakal seru deh kalau baca buku ini pas malem-malem gitu. Feel-nya pasti dapet banget. Kesan menakutkannya udah kerasa meski cuma baca review dari kakak. Anyway, saya juga masuk kategori penakut. Tapi buat ngobatin rasa takut saya akan hal-hal mistis, kayaknya perlu coba baca-baca buku horror ya. Yahhh..semacam terapi buat ngilangin rasa takut :D

    ReplyDelete
  11. Yup, review-nya sukses buat saya makin penasaran sama bukunya. Horor. Sebenarnya saya juga tipe orang yang penakut. Apalagi kalau sudah baca yang horror-horor biasanya selalu terbawa sampai ke mimpi segala. Tapi kelihatannya yang satu ini beda deh! Nggak cuma tentang bagaimana menghentikan permainan Hitori Kakurenbo, tapi juga kekompakan. Buku ini kayaknya ikut mengajak pembacanya berpetualang dengan Baron dan teman-temannya sekaligus merasakan ketegangan dan ketakutan.

    ReplyDelete