Showing posts with label 2011. Show all posts
Showing posts with label 2011. Show all posts

Monday, November 25, 2013

Linger: The Mystery Goes On

LINGER (Shiver #2)
Copyright © 2010 by Maggie Stiefvater
Published by Scholastic Inc., May 2011 (Paperback)
Page: 362; ISBN: 978-0-545-12329-7
Rating:3/5 Stars; Price: $9.23 (Book Depository)

Synopsis:
the longing.
Once Grace and Sam have found each other, they know they must fight to stay together. For Sam, this means a reckoning with his werewolf past. For Grace, it means facing a future that is less and less certain.

the loss.
Into their world comes a new wolf named Cole, whose past is full of hurt and danger. He is wrestling with his own demons, embracing the life of a wolf while denying the ties of being human.

the linger.
For Grace, Sam, and Cole, life is a constant struggle between two forces -- wolf and human -- with love baring its two sides as well. It is harrowing and euphoric, freeing and entrapping, enticing and alarming. As their world falls apart, love is what lingers. But will it be enough?

Review:
Source

Well, the mystery of book one is solved :) You'll be as happy as I am knowing that Sam and Grace can be together. But hey, don't get your hope too high 'cause the mystery ain't stop yet.
I was a paper boat drifting in a massive night ocean. [Page 110]
There are no longer two point of views in Linger, but four. You'll meet Cole St. Clair and you'll read trough his point of view and Isabel's (I hope you don't forget her!). The story is more like introducing Cole to the reader. Maggie Stiefvater is no longer focus on Grace, but I think she does love Sam 'cause she makes you get to know Sam better.

Friday, September 20, 2013

Theodore Boone: Kid Lawyer

Judul: Theodore Boone: Pengacara Cilik
Penulis: John Grisham
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 272 Halaman
Rating: ★★★

Sinopsis:
Theo Boone, 13 tahun, tahu banyak tentang hukum, sebab kedua orangtuanya pengacara dan ia kenal baik dengan para hakim, polisi, serta petugas pengadilan. Ia ingin menjadi pengacara hebat, beraksi dari satu ruang sidang ke ruang sidang lain.

Dan sekarang Theo betul-betul berada di ruang sidang. Karena tahu begitu banyak--mungkin terlalu banyak--ia terseret ke dalam persidangan kasus pembunuhan sensasional. Seorang pembunuh berdarah dingin mungkin akan bebas, dan hanya Theo yang tahu fakta sebenarnya.

Review:
Theodore Bone berhasil membuatku iri. Bukan karena kekayaan maupun kepopulerannya, melainkan karena kemampuan dan keberaniannya. Theodore, atau yang biasa dipanggil Theo, menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor biro hukum Boone & Boone dan di pengadilan negeri. Setiap pulang sekolah, dia selalu mampir ke ruang kerja ayahnya yang sangat berantakan, kemudian ke ruang kerja ibunya yang super rapi sebelum akhirnya masuk ke ruang kerjanya sendiri. Tidak hanya mengerjakan PR, beberapa teman sekolahnya sering berkunjung untuk meminta nasihat hukum kepadanya. Theo tidak pernah mengharap imbalan apapun dari teman, maupun gurunya, yang meminta bantuan kepadanya. He just loves to do that! Theo sangat ingin menjadi pengacara, tapi orang tuanya menyuruhnya untuk fokus sekolah dulu dan menikmati masa kecilnya.

Kota Strattenburg digemparkan oleh sebuah kasus pembunuhan. Theo bersama teman-teman sekelasnya, yang saat itu sedang studi lapangan di pengadilan negeri, berusaha menerka apakah Mr. Duffy bersalah atas pembunuhan istrinya. Dengan Clifford Nance sebagai pengacara dan Omar Cheepe berada di pihak Pete Duffy, sangatlah sulit untuk membuktikan Mr. Duffy bersalah. Sampai pada suatu hari, seorang teman yang tidak terlalu dekat muncul di hadapan Theo dan membuatnya harus bersikap layaknya seorang profesional. Sekarang Theo tahu bahwa ada saksi kunci, bukti yang memberatkan Mr. Duffy sekarang ada di mejanya, dan saksi itu akan celaka jika Theo mengungkap identitasnya. Apakah langkah yang diambil Theo selanjutnya?

Theodore Boone: The Kid Lawyer adalah karya John Grisham pertama yang aku baca. Aku yakin buku ini ditujukan untuk anak-anak hingga remaja yang menyukai cerita detektif. Tidak ada deskripsi pembunuhan yang terlalu sadis. Cerita terfokus pada Theo dan bagaimana sikap seorang anak dalam menghadapi masalah besar, bukan pada kasusnya. Keluarga Theo juga bisa dibilang panutan. Meskipun Mr. dan Mrs. Boone sibuk, tapi mereka tetap memperhatikan anaknya. Mereka bukan keluarga kaya tapi secara rutin mengikuti bakti sosial. Theo juga rutin mengajari anak-anak imigran menyelesaikan PR mereka. Itulah pesan-pesan sosial yang ada dalam buku ini. We can't stand alone. We need each other.

Tentang Penulis:
John Grisham lahir pada tanggal 8 Februari 1955. Dia adalah orang Amerika yang bekerja sebagai pengacara, tokoh politik, dan penulis buku thriller. Setelah lulus dari Mississippi State University, John melanjutkan pendidikannya di University of Mississippi School of Law pada tahun 1981. Novel pertamanya adalah A Time to Kill (1984) yang diterbitkan pada bulan Juni 1989. Pada tahun 2008, bukunya telah terjual sebanyak 250 juta kopi di seluruh dunia. John Grisham adalah salah satu dari tiga penulis yang cetakan pertamanya terjual sebanyak 2 juta kopi selain Tom Clancy dan J.K. Rowling.

The Firm adalah buku terlarisnya. Novel ini terbit pada tahun 1991 dan terjual lebih dari 7 juta kopi. The Firm kemudian diangkat ke layar lebar pada 1993, dan serial TV di tahun 2012. Novel lainnya yang diangkat ke layar lebar adalah: The Chamber, The Client, A Painted House, The Pelican Brief, Skipping Christmast, The Rainmaker,The Runaway Jury, dan A Time to Kill. Karya-karya John Grisham telah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dan diterbitkan di seluruh dunia.

Wednesday, July 31, 2013

The Maze Runner

Judul: The Maze Runner
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman: 526
Rating: ★★★★



Sinopsis:
Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa saja yang masih berkeliaran di dalam Maze.

Mereka bukan sekadar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari, mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keluarga mereka. Namun, lintasan Maze selalu berubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bisa keluar dari tempat itu.

Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi turun menurup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja. Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah bergegas keluar dari tempat itu. Namun, mereka harus melewati Maze yang membingungkan dengan sejumlah monster mengerikan di sana. Beranikah para pelari berlari keluar dengan nyawa sebagai taruhannya? Atau, akankah justru lebih baik tetap berada di dalam menanti pencabut nyawa sambil berharap mujikzat datang tiba-tiba?

*****

Bagi penikmat novel trilogi The Hunger Games, aku sangat merekomendasikan novel karya peraih Kentucky Bluegrass Award 2011 ini. Meski di sini Maza bukanlah arena permainan, melainkan percobaan, tapi polanya tidaklah jauh berbeda dengan Hunger Games.


Thomas tetaplah anak bawang meski seorang gadis telah dikirim sehari setelahnya. Dia sadar dia adalah anak pintar dan dia sangat ingin menjadi pelari. Tentu saja keinginan itu sangat konyol mengingat dirinya baru beberapa minggu di Glade. Temannya, Chuck, adalah anak yang dikirim setelahnya. Chuck bertugas mengurus Thomas dan mereka segera menjadi teman baik. Thomas menyadari bahwa gerbang-gerbang Glade menentang ilmu gravitasi. Dia menemukan banyak keanehan dan istilah-istilah lain saat tinggal di sana.

Monday, June 17, 2013

Happy Birthday to Me

Title: Happy Birthday to Me
Author: Brian Rowe
Publisher: CreatSpace
Year Published: 2011
Purchase: Book Depository / Amazon
Rating: ★★★★

Buy This Book from Book Depository, Free Delivery World Wide

Synopsis:
Seventeen-year-old Cameron Martin has a huge problem: he's aging a whole year of his life with each passing day!

High school is hard enough; imagine rapidly aging from seventeen to seventy in a matter of weeks, with no logical explanation, and with prom, graduation, and the state championship basketball game all on the horizon. That's what happens to Cameron, a popular pretty boy who's never had to face a day looking anything but perfect.

All Cameron wants to do is go back to normal, but no one, not even the best doctors, can diagnose his condition. When he finds love with a mysterious young woman, however, he realizes his only hope for survival might be with the one person who started his condition in the first place...

Review:
Whoa! I read this book for a day. I couldn't put my kindle down since the first time I started.  The plot moved along so quickly. Personally, I think the story is unique. I thought that kind of desease were truly exist (well yes but different symptoms) but then it happened because of other reason, love, if I may mention. Cameron had a perfect face, perfect girlfriend, and he was a basketball star. He started aging since the last time he lied about his birthday and got a free chocolate cake. He kept aging and no one could help. His girlfriend dumped him for the new basketball star. His bestfriend turned out so annoying with his documentary project. The librarian loved him! And there was a red-head girl who he had never seen before, started to steal his attention. Cameron is a great character to read about. He started to realize that he had make a lot mistakes to a lot people and he was sorry. The desease made him realized and brought up the good of him. I was touched by the reaction of his family when he was getting older. I know it's hard to accept when you're lovely son will die before you. I can't wait to read the rest of trilogy!! :)

Monday, May 13, 2013

Book Review: The Book With No Name by Anonymous

Judul: The Book With No Name (Bourbon Kid #1)
Pengarang: Anonymous
Penerbit: Penerbit Kantera
Tahun Terbit: 2011
Halaman: 493
Harga: Rp 77.000
Rating: ★★★★★



Sinopsis:
Santa Mondega, kota para pendosa, akan segera berubah menjadi neraka. Karena di sana terdapat sebuah batu biru misterius: Mata Rembulan. Dan, Bocah Bourbon─Sang Malaikat Kematian─yang akan menjadi eksekutornya. Di Santa Mondega juga terdapat sebuah Buku Tanpa Judul yang ditulis oleh seseorang Tanpa Nama. Buku itu akan membawa kematian bagi semua yang membacanya. Tetapi, hanya buku itu yang dapat mengakhiri semua kekacauan tersebut. Semua rahasia tersimpan di dalamnya. Namun, jika masih ingin bernafas, apa pun yang kalian lakukan, jangan pernah kalian membacanya.
"Hanya kemurnian hati yang mampu memahami halaman demi halaman buku ini.
Setiap halaman yang kau buka, setiap bab yang kau baca,
akan membawamu semakin dekat pada akhir.
Tidak setiap orang akan berhasil. Banyak plot cerita dan gaya bahasa yang berbeda,
mungkin akan memusingkan dan membingungkan.
Dan sementara kau sibuk mencari kebenaran, ternyata ia ada tepat di depanmu.
Kegelapan akan datang, bersama kejahatan yang luar biasa.
Dan mereka yang telah membaca buku ini tidak akan pernah melihat cahaya lagi."

Review:
Dari review yang saya dapat di Goodreads, saya sebenarnya agak wegah untuk membaca buku ini. Banyak yang bilang bahwa buku ini membosankan dan hanya seru di bagian akhir. Tapi ketertarikan saya akan judul dan covernya, mendorong saya untuk tetap membaca. Wah, baru saja selesai bab pertama, saya sama sekali tidak merasa bosan! Justru saya dibuat semakin penasaran. Buku ini terdiri dari 65 bab dan setiap babnya membahas tentang tokoh yang berlainan. Setiap babnya tidak terlalu bertele-tele dan membuat anda, mungkin, terperangah dengan fakta-fakta yang tersembunyi. Penulis (dalam hal ini mungkin juga penerjemah turut andil) sangat pintar dalam menuliskan cerita karena saya merasa setiap kisah yang dituliskan bisa mengalir lancar dalam kepala saya dan saya bisa membayangkan tiap kejadian tanpa merasa ada kejanggalan.

Thursday, April 11, 2013

Book Review: (Supernatural) John Winchester's Journal by Alex Irvine

Judul: Supernatural: John Winchester's Journal
Pengarang: Alex Irvine
Penerbit: PT Elex Media Computindo
Tahun Terbit: 2011
Halaman: 287
Harga: Rp 69.800
Rating: ★★


John Winchester harus bertahan seorang diri untuk mencari pembunuh istrinya dan menjaga kedua putranya yang saat itu masih belum mencapai usia lima tahun. Malam itu, setelah dia menemukan istrinya tergantung di langit-langit kamar, rumah beserta isinya hangus terbakar tanpa sisa. Dia menyesal tidak pernah membaca buku harian Mary karena ada kemungkinan penyebab kematiannya ada di dalam buku itu. John pun memutuskan untuk menulis jurnalnya sendiri.

Pria yang pernah menjadi tentara ini terpaksa melakukan perjalanan panjang untuk mengorek informasi tentang iblis (yang diduga sebagai sebab kematian Mary) dan untuk menjaga keselamatan anaknya. John menuliskan banyak sekali informasi tentang legenda dan cara pembasmian iblis dalam jurnalnya. Jurnal itu pun tidak luput dari tulisan tentang perkembang Dean dan Sam yang beranjak dewasa. Dean tumbuh sebagai seorang lelaki yang tanggap dan keras. Sejak kecil dia sudah dibebani tugas untuk menjaga adiknya yang empat tahun lebih muda. Dean pernah melihat ayahnya membunuh seorang shapeshifter saat usianya sangat muda. Sejak itu dia tidak pernah takut untuk menembakkan peluru kepada apapun yang dianggap mengancam keselamatan keluarganya.

Berbeda dengan Dean, Sam Winchester yang saat itu masih bayi ketika ibunya meninggal, bersikeras untuk mendapatkan hidup normal. Dia harus membangkang sang ayah ketika dia harus belajar memanah saat pertandingan sepak bola sekolahnya sedang berlangsung. Sam tumbuh sebagai lelaki pendiam dan lebih suka berkutik dengan komputernya. Hal ini tentu sangat membantu John untuk mengurus kartu kredit.

Apakah John akhirnya bisa menemukan pembunuh istrinya? Dan mengapa Sam selalu menjadi incaran para iblis? Apakah Sam akan mengikuti 'bisnis' keluarganya?

Buku ini adalah buku adaptasi tv yang pertama saya baca. Saya adalah penggemar serial tv Supernatural yang sekarang sudah tidak ditayangkan di tv lokal. Saat teman saya membaca buku Supernatural yang berjudul 'War of the Sons', saya pun tertarik untuk membacanya. Saya pun memutuskan untuk memulai dari 'John Winchester's Journal'.

Buku ini mencakup banyak informasi tentang dunia hitam (legenda, tahayul, doa, dll) dan juga pengalaman-pengalaman pribadi John Winchester. Menurut saya, buku ini lebih tepat disebut sebagai guidance book saat Anda menonton serial tv-nya. Jika Anda bukan penikmat Supernatural, tidak saya sarankan untuk membaca buku ini karena bobot catatan dan pengalamannya berbanding cukup jauh. John Winchester termasuk sangat detil dalam menggambarkan makhluk-makhluk yang dia temui dan menjabarkan cara untuk membasmi bermacam-macam makhluk. Namun jika Anda ingin mengetahui legenda mistis orang Amerika, buku ini patut untuk dicoba.