Judul: Crooked House
Pengarang: Agatha Christie
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2002
Jumlah Halaman: 288
Rating: ★★★★
Charles tidak menyangka bahwa rencananya untuk menikahi Sophia sepulang dari perang harus ditunda karena peristiwa yang tidak menyenangkan. Hanya sedikit yang dia ketahui tentang wanita itu, dia pintar dan tinggal di rumah bobrok. Ketika berada di rumahnya di London, alangkah terkejutnya dia sewaktu membaca berita:
Aristide Leonides adalah seorang pengusaha tua yang kaya raya dan bertangan licin. Dia tinggal satu atap dengan seorang istri, dua anak laki-laki, dua anak ipar, tiga cucu, dan satu adik ipar. Kebutuhan mereka semuanya dipenuhi tanpa masalah. Aristide jauh dari kata kikir! Tidak ada alasan bagi siapapun di rumah bobrok itu untuk membunuhnya. Bahkan para pelayan pun akan lebih untung jika Aristide hidup seribu tahun lagi.
Dua sisi sari sebuah pertanyaan -- dua pandangan yang berbeda -- manakah sisi yang benar...
Tampaknya semua keluarga Leonides mencurigai Brenda, istri kedua Aristide. Pernikahan mereka tidak disetujui oleh anak-anaknya, tapi toh tidak ada yang protes. Brenda terus menyangkal bahwa dia pelakunya, dia pun menyangkal adanya hubungan gelap dengan sang guru. Kejadian yang tidak enak ini dilanjutkan oleh hilangnya surat wasiat. Padahal semua orang di rumah ada di saat ayah mereka menyampaikan isi surat wasiat dan menandatanganinya.
Apakah Brenda benar-benar membunuh pria yang menyelamatkan hidupnya dari kesengsaraan? Apakah dia serakus itu sehingga mencuri surat wasiat?
"Tanggal 19 September, Three Gables, Swinly Dean, telah meninggal dunia, Aristide Leonides, suami tercinta dari Brenda Leonides, dalam usia delapan puluh delapan tahun."
Aristide Leonides adalah seorang pengusaha tua yang kaya raya dan bertangan licin. Dia tinggal satu atap dengan seorang istri, dua anak laki-laki, dua anak ipar, tiga cucu, dan satu adik ipar. Kebutuhan mereka semuanya dipenuhi tanpa masalah. Aristide jauh dari kata kikir! Tidak ada alasan bagi siapapun di rumah bobrok itu untuk membunuhnya. Bahkan para pelayan pun akan lebih untung jika Aristide hidup seribu tahun lagi.
Dua sisi sari sebuah pertanyaan -- dua pandangan yang berbeda -- manakah sisi yang benar...
Tampaknya semua keluarga Leonides mencurigai Brenda, istri kedua Aristide. Pernikahan mereka tidak disetujui oleh anak-anaknya, tapi toh tidak ada yang protes. Brenda terus menyangkal bahwa dia pelakunya, dia pun menyangkal adanya hubungan gelap dengan sang guru. Kejadian yang tidak enak ini dilanjutkan oleh hilangnya surat wasiat. Padahal semua orang di rumah ada di saat ayah mereka menyampaikan isi surat wasiat dan menandatanganinya.
Apakah Brenda benar-benar membunuh pria yang menyelamatkan hidupnya dari kesengsaraan? Apakah dia serakus itu sehingga mencuri surat wasiat?



